Hedonisme Keluarga Pejabat

Isteri Konsul
Nh. Dini
Nur Cahaya, tanpa tahun (kemungkinan sekitar 1982-1985)  |  108 hlm

konsulKumpulan cerpen Nh. Dini ini saya dapat dengan harga enam ribu rupiah saja pada 2009 saat berjalan-jalan menyusuri Pasar Modern di samping Summarecon Mall Serpong, di sebuah toko buku bekas yang dinamai ‘Socrates’. Covernya (serta ilustrasi-ilustrasi di dalam buku) digambar dengan gaya a la roman picisan atau pulp fiction oleh Hasmi, sang kreator Gundala Putra Petir. Dibandingkan dengan edisi-edisi berikut buku ini yang tampil dengan gambar sampul lebih “nyastra,” saya justru suka edisi pertama ini. Menurut saya lebih pas, karena tema cerita utama kumcer ini ternyata juga rada “picisan” (istri konsul yang kesepian lalu mencari seks dan cinta). Namun, kelihaian Bu Dini mengolah kata dan kandungan psikologis tokoh-tokohnya membuat cerita-cerita di sini jadi logis dan tak sekadar remeh temeh murahan. Malah sesungguhnya di balik kesan picisan itu, seperti tersirat kritik atau penguakan secara blak-blakan gaya hidup keluarga pejabat zaman Orde Baru. Dan saya cukup terkejut melihat bagaimana free sex lifestyle masa itu digambarkan di buku ini, terutama pada cerpen “Isteri Konsul”, yang membuat hedonisme masa kini terasa biasa-biasa saja…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: