Membela Tuhan atau Manusia?

Hening (Silence)
Shūsaku Endō
Judul asli: Chinmoku (1966)
diterjemahkan oleh Tanti Lesmana dari terjemahan Inggris oleh William Johnston
Gramedia Pustaka Utama, 2009  |  308 hlm

heningApakah kasih? Apakah iman? Apakah kesetiaan terhadap iman dan Tuhan itu? Ketika dihadapkan pada pilihan: “Kau harus menyangkal agamamu, kalau tidak ada banyak orang akan mati”, mana yang akan kau pilih: menyangkal agama atau mengorbankan orang lain?

Banyak fanatikus takkan rela menyangkal agamanya, mereka bukan cuma bersedia berkorban mati untuk itu, yang lebih parah: mereka rela mengorbankan orang lain untuk itu. Tapi saya teringat kolom Gus Dur yang membikin marah banyak fanatikus itu: “Tuhan Tidak Perlu Dibela.”

Ya, Tuhan tidak perlu dibela.

Apalagi dalam kasus Romo Rodrigues dalam novel mencekam ini, yang pergi melaksanakan tugas misi ke Jepang pada zaman ketika agama Kristen dilarang dan pengikutnya ditindas dan disiksa untuk menanggalkan keyakinannya. Rodrigues tertangkap, dan bila ia tidak menanggalkan imannya (dengan cara antara lain mengatakan Maria pelacur dan menginjak-injak gambar Yesus), petani-petani miskin Jepang yang kedapatan menganut Kristen akan dibunuh.

Ketika Rodrigues bersikeras mempertahankan imannya, siapa yang sedang dia bela sebenarnya? Kasih yang sesungguhnya, atau keangkuhan dirinya sendiri sebagai pastor, egoisme agamanya, kepongahan Gerejanya yang ingin terus menancapkan pengaruh di Jepang?

Kalau dasar agama adalah cinta kasih, maka dia harus menginjak-injak gambar Yesus demi menyelamatkan petani-petani miskin Jepang itu. Ferreira, pastor tua guru Rodrigues yang juga jauh lebih dulu tertangkap di Jepang mengatakan, “Tapi apakah tindakanmu bisa dianggap tindakan kasih? Andai Kristus ada di sini… Kristus sudah pasti akan menyangkal keyakinannya untuk menolong manusia. Meski itu berarti melepaskan segala sesuatu yang dimilikinya.”

Dengan menyangkal imannya, Rodrigues akan tercampak dari Gereja, dipandang rendah di Portugis, terbuang dan ternista. Tapi memang itulah tujuan beragama: berkorban demi orang lain, bukan mencari kejayaan agama itu sendiri dan diri sendiri.

Buku paling mencekam tentang pergulatan iman yang buat saya langsung merontokkan buku-buku yang ditulis para pengkhotbah dan motivator populer yang hidup nyaman tanpa bersentuhan langsung dengan penderitaan apalagi siksaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: