Dari Barang Palsu Sampai Perempuan Bercelana Panjang

Batavia Awal Abad 20: Gedenkschriften Van Een Oud Koloniaal
H.C.C. Clockener Brousson
Dimuat pertama dalam Bandera Wolanda (1910-1912)
Komunitas Bambu, 2004  |  150 hlm

bataviaNaskah buku ini berawal dari laporan seorang serdadu Belanda yang ditempatkan berdinas di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Dengan perspektif seorang pendatang baru yang penuh keheran-heranan, si serdadu ini menuliskan segala yang dilihatnya dengan menarik sekali. Komentar-komentarnya secara mengejutkan bisa dibilang “aktual.” Oleh jurnalis terkenal zaman itu H.C.C. Clockener Brousson —yang bersama Abdul Rivai mendirikan Bintang Hindia—laporan si serdadu dirapikannya untuk kemudian dimuat dalam Bandera Wolanda 1910-1912.

Ada dua hal yang paling mengesankan dan menggelikan ketika membaca situasi Jakarta awal ke-20 ini: Pertama, orang Indonesia rupanya dari dulu memang jagonya membikin barang “aspal” yang orang bule sendiri tidak bisa membedakan asli-palsunya. Di Tangerang, misalnya, ada tempat produksi topi “Panama” yang di tahun itu pun sudah menembus pasar Eropa. Si serdadu pun mengamati: “Mungkin saja topi ‘Panama’ Paris yang dibeli orang di Belanda sebenarnya berasal dari Tanggerang.” Sama persis dengan zaman sekarang. Jauh-jauh ke London membeli t-shirt yang ternyata produksi Bandung.

Kedua, soal perempuan Tionghoa yang memakai celana panjang. Rupanya pada tahun itu, melihat perempuan pakai celana panjang benar-benar membikin syok orang Eropa yang baru datang. Si serdadu pun merenung, “Tapi mengapa para wanita di Eropa tidak mengikuti contoh yang diberikan wanita Tionghoa itu? Untuk mengenakan celana panjang yang simpel daripada gaun yang merepotkan. Mungkin saja kelak 20 tahun yang akan datang ada gerakan kebebasan kaum wanita hingga mereka akan mulai mengenakan celana panjang. Mungkin juga sebaliknya para pria harus dipaksa mengenakan gaun dan celemek.” Puluhan tahun sesudah ia menuliskan permenungannya ini, kaum perempuan akhirnya memang lumrah bercelana panjang, sekalipun kaum prianya tak sampai bergaun dan bercelemek.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: