Politik HAM di Indonesia

Politik Hak Asasi Manusia dan Transisi di Indonesia: Sebuah Refleksi Kritis
Robertus Robet
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), 2008  |  216 hlm

hamDari pergaulan saya dengannya selama ini, saya tahu Robertus Robet adalah sejenis penulis yang harus didampingi oleh editor. Robet punya gagasan dan sudut pandang yang orisinil, serta landasan teoretis yang sangat kuat, namun intensitas dan gaya penulisannya yang menggebu-gebu perlu diimbangi oleh editor bertangan dingin agar ide-idenya bisa terkemas rapi. Sepertinya, editor ELSAM tidak sanggup untuk itu, dan jelas tidak mengerjakan PR-nya dengan baik sehingga buku ini jadinya hampir seperti tanpa suntingan.

Belum lagi ditambah dengan sampul yang tidak jelas maksudnya, baik ilustrasi maupun pilihan jenis huruf yang dicetak timbul dengan sepuhan warna emas bak undangan kawinan.

Sungguh sayang, padahal buku ini sendiri memberi wawasan baru tentang persoalan HAM yang berbeda dengan pendekatan normatif yang biasa dipakai oleh kalangan aktivis. Robet mengajak para aktivis untuk melihat persoalan secara politis dan tidak lagi berdasarkan kebenaran-kebenaran normatif. Satu bagian layak untuk dikutip di sini:

Para pejuang HAM yang begitu bersemangat bergegas dalam hafalan akan pasal-pasal dalam berbagai konvensi membeku dalam legalitas yang mereka bangun sendiri. Buruknya, kegagalan akibat kepercayaan buta kepada hukum ini tidak kunjung menyadarkan orang untuk melihat segi politis di luar atau yang mengendalikan mekanisme hukum itu; seberapa jauh kekuatan mereka sendiri? Seberapa jauh kekuatan kelompok-kelompok yang tidak setuju? … Dalam kasus pembatalan UU KKR misalnya, ironi terjadi manakala penggunaan forum MK secara paralel mempertemukan para pejuang hak asasi ini dengan musuh-musuhnya sendiri … Momen hukum itu rupanya mengekuivalenkan mereka dan kompetitornya. Pada titik ini, sebenarnya sejak awal sudah bisa dibaca bahwa pengejaran terhadap kebenaran normatif bisa sangat menjebak apabila tidak diperlengkapi dengan kesadaran yang lebih penting, yakni kesadaran akan yang-politis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: