Keadilan Egalitarian sebagai Pilihan Pribadi

If You’re an Egalitarian, How Come You’re So Rich?
G.A. Cohen
Harvard University Press, 2001  |  256 hlm

cohenBuku ini bersumber dari kuliah umum Gifford Lecture yang disampaikan oleh salah seorang pemikir Marxis analitis kesukaan saya, Gerald Allan Cohen atau Jerry Cohen, di Universitas Edinburgh pada 1996. Dalam kuliah ini, Cohen memadukan antara pemikiran ekonomi-politik dengan otobiografi dirinya, dan bagaimana cerita hidup itu memengaruhi pilihan-pilihan politiknya.

Cohen –salah satu pendiri September Group yang punya semboyan “Non Bullshit Marxism!” ini—lahir dan dibesarkan dalam keluarga Marxis di Montreal. Sejak kecil ia diajar untuk melihat ketimpangan sistem kapitalis dalam perspektif Marxis klasik. Ia berterima kasih betul pada orang tuanya yang telah menanamkan dengan sungguh-sungguh ide-ide Marxis soal keadilan dan egalitarianisme. Namun, ia kemudian juga merasa bahwa Marxisme klasik telah mengalami kebuntuan.

Berangkat dari pengalaman ini, ia menelaah ide-ide soal egalitarianisme dan ketimpangan dengan menarik hubungan antara sistem-pemikiran (dalam hal ini Marxis serta pemikiran liberal ala John Rawls) dengan pilihan-pilihan pribadi yang bisa diambil dalam hidup seseorang.

Rawls berpendapat bahwa tata keadilan dalam masyarakat ditentukan pada tingkat basis/struktur. Artinya: bila pemerintah memberlakukan aturan dan kebijakan yang berbuat seadil-adilnya bagi masyarakat, maka perilaku orang perorangan tidaklah relevan selama berada dalam koridor aturan dan kebijakan yang sudah ditetapkan agar seadil-adilnya itu.

Kuliah Cohen ini adalah serangan telak terhadap doktrin liberal Rawls tersebut. Ia berpendapat dengan tegas bahwa egalitarian justice juga merupakan pilihan perilaku pribadi, dan tidak cukup ditetapkan hanya pada aras struktur. Di sini Cohen memang tampak bak moralis, tapi ia juga punya pendasaran teoretis yang apik untuk itu, yang membuat seri kuliahnya ini jadi risalah ekonomi-politik yang berbobot namun sangat manusiawi, jauh dari khotbah rohaniawan atau sumpah serapah demonstran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: