Perempuan-perempuan Marxis

Marx’s Daughters: Eleanor Marx, Rosa Luxemburg, Angelica Balabanoff
Ronald Florence
Dial Press, 1975  |  258 hlm

marxdaughtersBuku ini tergolong langka, hanya terbit dalam 1 edisi hardcover pada 1975 dan sepelacakan saya, belum pernah ada edisi barunya, entah kenapa. Saya beruntung menemukannya di sebuah toko buku bekas di Ciputat.

Awalnya, buku ini bermula dari riset Ronald Florence tentang putri-putri Marx. Dari riset itu Florence mendapati bahwa kesemua gadis itu mengalami hidup yang tragis, dan tragedi hidup itu BUKAN dikarenakan oleh warisan nama maupun ideologi ayah mereka, melainkan oleh fakta bahwa mereka adalah PEREMPUAN yang mengabdikan diri dalam gerakan politik yang bagaimanapun tetap maskulin, dan selalu ambivalen dalam menyikapi peran perempuan.

Akhirnya, Florence pun memutuskan untuk mengalihkan risetnya ke “putri-putri” Marx yang lain, putri-putri ideologisnya, yakni para perempuan yang mewarisi pemikiran dan perjuangan Marx seperti Rosa Luxemburg dan Angelica Balabanoff. Dari ketiga tokoh ini bisa terlihat bagaimana perempuan menyikapi Marxisme dan gerakan sosialis, dan begitu juga sebaliknya: bagaimana gerakan sosialis menyikapi keterlibatan perempuan.

Ini buku menarik, dan sesungguhnya persoalan yang diangkatnya tetap relevan sampai hari ini. Bahkan pada 2013 pun masih terjadi sebuah partai kiri progresif di Indonesia mengalami perpecahan akibat benturan aktivis-aktivisnya dengan sayap feminis partainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: