Menelanjangi Sang Jenderal Besar

Tingkah Laku Politik Panglima Besar Soedirman
Abdul Haris Nasution, S.I. Poeradisastra, Roeslan Abdulgani, Sides Sudyarto (Editor)
PT Karya Unipress, 1983  |  134 hlm

soedirmanSecara umum buku ini terbaca seperti hagiografi khas pejabat—tokoh yang diulas diagung-agungkan tanpa ada cacat sama sekali, top dan serba bagus semuanya. Satu-satunya tulisan yang beda —dan merupakan analisa paling kritis dan objektif di buku ini—adalah tulisan Bur Rasuanto. Bur menulis tentang militerisme Pak Dirman yang jengah dengan diplomasi sipil Sjahrir, yang membuatnya memutuskan bergabung dengan Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka tapi lalu diingkarinya sendiri, dan merupakan preseden campurtangan militer dalam politik Indonesia untuk pertama kalinya. Membacanya di era pasca Orde Baru ini, saya heran mengapa pada waktu itu Bur Rasuanto bisa dan boleh nulis kritis sekali. Baru belakangan tahu bahwa buku ini memang pernah dilarang pada zaman Orde Baru dengan keputusan Jaksa Agung Kep-167/J.A/3/1984. Mungkin editor dan penerbitnya waktu itu berani karena mengira nama besar Jend. A.H. Nasution yang terpampang sebagai salah satu kontributor kumpulan tulisan ini bisa membuat buku ini aman, ternyata tetap juga kena breidel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: