Kemiskinan Bukan Soal Manajemen Diri Pribadi

Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin
Ligwina Hananto
Literati, 2010  |  240 hlm

indkuatSaya bisa menangkap niat dan semangat buku ini untuk menyebarkan kebaikan, tapi maaf, dalam konteks penanganan kemiskinan yang lebih luas, cara berpikir penulisnya salah. Ligwina bukan ekonom, tapi financial planner. Ini yang harus digarisbawahi, dan ini pula yang membuat buku ini apolitis dan harus dibaca dengan hati-hati. Kemiskinan masyarakat Indonesia jadi tampil sebagai permasalahan orang per orang yang harus ditangani dengan perencanaan keuangan yang lebih baik, dan bukan tanggung jawab negara atas warganya yang harus ditangani lewat kebijakan ekonomi-politik!

Saya soroti satu hal khusus saja: pendapat Ligwina soal menabung. Bertentangan dengan konvensi umum, Ligwina menyatakan menabung itu tidak baik bagi orang Indonesia. Bila mau kaya dan menjamin masa depan, orang Indonesia lebih baik mengurangi menabung dan mulai berinvestasi. Karena dengan tingkat inflasi sekarang, menabung jadi mubazir karena nilai riil uang kita justru akan berkurang.

Di sini bisa kita lihat apolitisnya Ligwina dan “bahayanya” jika pendapat ini lantas dijadikan dasar kebijakan (misalnya lalu digerakkan kampanye investasi dan bukan menabung). Penanganan inflasi justru adalah salah satu tugas pemerintah (atau bank sentral), dan kita bisa menilai rapor ekonomi pemerintah salah satunya dari sini. Tekanan perlu diberikan agar inflasi dijaga.

Saat menyampaikan usulnya soal investasi, Ligwina menafikan sama sekali:

  1. Tingkat pendidikan/pengetahuan masyarakat
  2. Gelembung ekonomi yang akan tercipta bila dana masyarakat dicurahkan untuk investasi finansial
  3. Kesenjangan informasi dan moral hazard, dua bidang yang menjadi kajian utama Joseph Stiglitz, peraih Nobel Ekonomi.

Padahal, krisis AS justru tercipta akibat minimnya tabungan masyarakat dan gila-gilaannya masyarakat berinvestasi (dengan ketiga cacat yang saya sebut di atas). Bila negara seperti AS saja masih belum bisa mengatasi problem pengetahuan/kesenjangan informasi serta moral hazard, apalagi Indonesia.

Selain itu, dana tabungan masyarakat dijamin pemerintah lewat bank-bank LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Apakah investasi swasta yang dianjurkan Ligwina punya jaminan serupa? Dengan asimetri informasi yang ada di tengah masyarakat, menganjurkan masyarakat berinvestasi sama dengan menganjurkan menjudikan dananya yang cukup sulit didapat itu di tangan bandar yang serakus singa. Ini yang terjadi di AS: gabungan antara asimetri informasi, moral hazard para financial planner sendiri, serta absurdnya skema-skema seperti derivatif dlsb membuahkan kebangkrutan rumah tangga AS (bisa dibaca di banyak buku yang mengupas krisis AS).

Ketika semuanya amblas seperti di AS, akan digantikah dana ini? Tidak. Semua menjadi tanggung jawab sendiri-sendiri (“Salah sendiri ceroboh dan kurang awas dalam memilih investasi”). Penanggulangan kemiskinan yang menjadi tugas pemerintah menjadi seperti berbalik menjadi tanggung jawab orang perorangan.

Saya percaya menabung tetap lebih aman buat masyarakat. Bila Ligwina mengangkat permasalahan inflasi, ya inflasi itulah yang harus diatasi, bukan modus menabung itu sendiri lantas diubah jadi investasi.

“Negara bukan perusahaan,” kata ekonom peraih Nobel lainnya, Paul Krugman. Bahaya bila negara diperlakukan seperti perusahaan, dan bahaya pula bila skema-skema swasta macam ini dijadikan dasar kebijakan negara. Maaf, Indonesia tidak akan lebih kuat dengan 100 cara ini. Kelas menengah yang membaca buku ini mungkin akan jadi lebih kaya dengan mempraktikkan usulan Ligwina, tapi Indonesia secara keseluruhan, tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: