Category Archives: Sastra Inggris

Detektif-detektif Sezaman Sherlock Holmes

The Crooked Counties: The Further Rivals of Sherlock Holmes
Hugh Greene (ed.)
Penguin, 1974  |  304 hlm

crookedBuku ini adalah kumpulan ketiga dari tiga seri antologi cerita detektif sezaman dengan Sherlock Holmes yang disusun oleh Hugh Greene. Sezaman dengan Sherlock Holmes di sini berarti adalah Inggris pada akhir abad ke-19 hingga awal Perang Dunia I, atau juga sering disebut sebagai Inggris zaman Victorian dan Edwardian. Meski bahasanya agak terlampau klasik buat saya, antologi ini membuktikan bahwa banyak cerita detektif lainnya zaman itu yang menarik, namun tertututpi oleh kemasyhuran Sherlock Holmes.

Dalam pengantarnya Greene bercerita bagaimana ia melakukan riset ini dengan koceknya sendiri, berburu majalah dan buku-buku di loakan, perpustakaan, sampai katalog buku langka.

Tokoh-tokoh di cerita-cerita ini cukup variatif; ada detektif-detektif perempuan seperti Miss Loveday Brooke dan Miss Dora Myrl, ada juga detektif vegetarian Thorpe Hazell.

Lalu mengapa diberi judul Crooked Counties? Greene berangkat dari perkataan Sherlock Holmes sendiri bahwa “penjahat-penjahat paling keji di London tidak menyimpan cacatan kejahatan yang lebih buruk dibanding pinggiran desa yang indah dan murah senyum”. Nah, buku Greene ini seperti membuktikan tesis Holmes tersebut, karena antologi ini mengkhususkan diri pada cerita yang berlatar pedesaan di pinggiran Inggris, dan kasus-kasus kriminal yang terjadi ternyata tak kalah seru dan pelik dibanding yang ditangani Holmes dari Baker Street 221B, London.

Usilnya Poirot

Maut di Siang Hari
Agatha Christie
Judul asli: Evil Under The Sun (1940)
diterjemahkan oleh Indrati
tanpa nama penerbit, tanpa keterangan tahun  |  241 hlm


poirotIni salah satu terjemahan Agatha Christie yang terbit di Indonesia sebelum hak penerjemahannya diambil semua oleh Gramedia pada 1980an. Tak ada nama penerbit, tak ada keterangan tahun, tapi ilustrasi covernya bagus sekali. Bisa dipastikan juga ini terbitan akhir 1970an, karena ejaan yang dipergunakan sudah EYD.

Ceritanya tentu saja khas Christie, dan sebagai seseorang yang sudah membaca Agatha Christie sejak SD, tidak ada lagi yang mengejutkan buat saya. Tapi ada satu keusilannya di sini yang cukup menggelikan. Terbaca pada hlm. 179 percakapan antara Poirot dan Mrs. Gardener:

“Ya… salah satu komentarmu waktu itu sangat membantuku memecahkan kasus ini…”
“Wah… menarik sekali? Bisa kau jelaskan lagi M. Poirot?”
“Penjelasan kucadangkan saja untuk bab terakhir…”
“Sayang…”

Poirot tiba-tiba berkomentar dengan kesadaran bahwa ia hanyalah tokoh dalam sebuah buku cerita detektif, yang akan menjelaskan semuanya “untuk bab terakhir”, dan Mrs. Gardener yang diajaknya bicara juga santai aja dengan tanggapan seperti itu. Hahaha… ini permainan literer yang oke, membuat saya teringat salah satu film karya sutradara kenamaan Iran Abbas Kiarostami, di mana si tokoh utamanya, yang sepanjang film dikisahkan berniat bunuh diri, tiba-tiba memberitahu para kru termasuk sutradara di lokasi manakah ia akan bunuh diri, mengajak mereka ke sana lengkap dengan kamera dan peralatan lainnya, lalu menjelaskan skenario bunuh dirinya. Pada bab terakhir.