Category Archives: Sastra Skandinavia

H.C. Andersen ORI, Bukan KW

Six Fairy Tales
Hans Christian Andersen
Svend Dahl & H.G. Topsøe-Jensen (Eds.), Vilhelm Pedersen (Illustrator)
Samvirkerådet for dansk kulturarbejde i udlandet, 1955  |  71 hlm

andersenSaat ditanya tentang penulis bacaan anak, atau saat Hari Buku Anak Internasional, banyak orang mengajukan nama H.C. Andersen sebagai penulis cerita anak favoritnya. Dengan mudah pula mereka menyebut dongeng-dongeng seperti “Putri Duyung”, “Itik Buruk Rupa”, “Baju Baru Sang Kaisar” sebagai dongeng kesukaannya. Namun yang tidak mereka tahu, benarkah yang mereka baca itu dongeng Andersen? Atau dongeng Andersen versi Disney, dongeng Andersen versi yang sudah disadur, atau dalam bahasa Glodok, dongeng Andersen KW? Karena itu, jangan mengaku telah membaca Andersen sebelum tahu dongeng Andersen dalam format aslinya, yang sungguh jauh berbeda dari, misalnya, dongeng Andersen versi Disney. “Putri Duyung”, misalnya, dalam versi aslinya ia tidak mengalami happy ending seperti versi Disney (mendapat lelaki yang disukainya, berciuman, dan tamat). Dalam versi aslinya, putri duyung berubah jadi buih, sementara si lelaki justru menikahi perempuan lain yang disangkanya penyelamatnya yang sebenarnya dari musibah kapal karam. Peri, yang melihat pengorbanan si putri duyung, akhirnya mengubahnya dari buih menjadi udara agar tetap bisa menganyomi manusia. Tragis kan? Itulah, kita sering lupa bahwa Andersen pada dasarnya adalah seorang sastrawan dan penyair. Logika dan putaran ceritanya jauh lebih rumit dan kelam dari versi-versi yang telah disaring untuk konsumsi anak-anak. Buku ini, diterbitkan pada 1955 oleh Komite Aktivitas Kebudayaan Denmark di Luar Negeri, menyajikan dongeng-dongeng Andersen dalam terjemahan Inggris yang setia pada format aslinya, mungkin dengan tujuan agar pengarang paling terkenal dari Denmark ini tidak terus dipahami secara kekanak-kanakan oleh pembacanya di seluruh dunia.

Advertisements